BIREUEN – Sebanyak 21 guru asuh Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen mengikuti kegiatan Penguatan Tahsin Al-Quran di Ruang Kepala Madrasah, Ahad (7/6/2026) pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Quran secara tartil sesuai kaidah Tajwid.
Kegiatan peningkatan sumber daya manusia tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pesantren Modern Al Zahrah dengan Ikatan Alumni Timur Tengah Aceh (IKAT Aceh). Kolaborasi ini telah terjalin baik dalam beberapa program sebelumnya.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H.M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag. menyampaikan bahwa penguatan Tahsin menjadi salah satu program prioritas pesantren.
“Melalui program ini kami berupaya meningkatkan kualitas pemahaman dan kemampuan para pendidik, khususnya guru asuh, dalam membina santri untuk membaca dan menghafal Al-Quran sesuai tuntunan,” ujar Tgk. Fadhil.
Beliau menambahkan, peningkatan kompetensi guru diharapkan berdampak langsung pada kualitas bacaan Al-Quran para santri Al Zahrah.
Sementara itu, pelatih Tahsin dari Tim IKAT Aceh, Ustaz Hendri Julian, Lc., M.Ed., menjelaskan bahwa program dilaksanakan melalui dua tahap.
Tahap pertama: Pemetaan Kemampuan Awal
Para guru asuh dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diuji oleh Ustaz Azwani Putra, Lc., M.A., dan kelompok kedua diuji oleh Ustaz Hendri Julian, Lc., M.Ed. Pemetaan ini bertujuan menentukan level kemampuan masing-masing peserta.
Tahap kedua: Pembinaan Intensif
Setelah pemetaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan intensif selama 10 kali pertemuan. Materi yang dikaji meliputi makharijul huruf, sifatul huruf, waqaf wal ibtida’, mad wal qashar, hukum bacaan, serta kaidah-kaidah Tajwid lainnya.
“Setelah program ini, para guru asuh diharapkan mampu menguasai materi Tajwid secara lebih mendalam, sehingga dapat membimbing santri dengan lebih fasih dan sesuai kaidah,” kata Ustaz Hendri.
[RN]
