News  

Dari Ulee Madon ke Panggung Nasional, Ahyar Arrayyan Raih Juara IV Khattil Quran MTQN 2026

Ahyar Arrayyan (Foto/ Ist)

SEMARANG – Dari Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Ahyar Arrayyan (24) melangkah ke panggung nasional. Anggota kafilah Provinsi Aceh itu berhasil meraih juara IV cabang Khattil Quran golongan Kontemporer Putra pada Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Ahyar memperoleh nilai 90,0. Sementara peserta yang meraih juara pertama pada cabang tersebut mencatat nilai 93.

Capaian itu menjadi catatan penting bagi Ahyar karena MTQN 2026 merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran di tingkat nasional. Sebelumnya, ia telah dua kali mengikuti MTQ tingkat provinsi.

“Ini adalah kali pertama saya ikut di tingkat nasional, untuk tingkat provinsi sudah dua kali,” ujar Ahyar melalui sambungan telepon, Kamis (17/9/2026).

Ketertarikan Ahyar terhadap kaligrafi tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Di kampungnya, ia mulai mengenal seni menulis huruf Arab tersebut dan secara bertahap mengembangkan keterampilannya.

Minat itu terus dibawa ketika ia melanjutkan pendidikan ke Banda Aceh. Ahyar kemudian memilih Jurusan Seni Rupa Universitas Syiah Kuala (USK), yang memberinya ruang untuk mengasah kemampuan artistik sekaligus memperkuat dasar keterampilan yang dibutuhkan dalam Khattil Quran.

Pada golongan Kontemporer, kemampuan kaligrafi tidak hanya dituntut dari ketepatan bentuk dan komposisi tulisan, tetapi juga kreativitas dalam mengolah karya. Latar belakang pendidikan seni rupa menjadi salah satu bekal Ahyar dalam menghadapi tuntutan tersebut.

“Alhamdulillah, saya telah berusaha semaksimal mungkin. Persaingan memang sangat ketat dari sejumlah peserta dari 38 provinsi,” katanya.

Bagi Ahyar, pencapaian di Semarang bukan sekadar hasil perlombaan, tetapi bagian dari perjalanan panjang yang dimulai dari ketertarikannya terhadap kaligrafi sejak kecil. Ia kini menjadi salah satu putra Aceh Utara yang dipercaya memperkuat kafilah Aceh di ajang MTQN 2026.

Ahyar juga menyebut proses belajar sebagai bagian penting dalam perjalanan seorang peserta MTQ.

“Kunci keberhasilan adalah belajar. MTQ menjadi salah satu ajang untuk membangkitkan gairah belajar dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.”

Dengan nilai 90,0 dan posisi juara IV, Ahyar menutup penampilan perdananya di tingkat nasional dengan sebuah capaian yang menambah pengalaman sekaligus membuka perjalanan baru dalam dunia Khattil Quran.

Penulis : Zaman Huri