News  

Raisya Juara Nasional, Camat Tanah Luas Siapkan Peusijuek

(Foto: Dokumentasi Lentera.News)

ACEH UTARA – Prestasi Raisya Annazira sebagai juara 1 Hifzh Al-Qur’an 30 Juz pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI 2026 di Semarang mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Camat Tanah Luas Bachtiar, SE, bersama Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Tanah Luas Tgk. Hamdani, S.Ag., mengunjungi kediaman Raisya di Gampong Ampeh, Selasa (22/9/2026). Mereka didampingi Geuchik Ampeh, Murhadi.

Dalam kunjungan tersebut, Bachtiar menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan Raisya yang mampu meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi, kami sangat bangga dan terharu atas capaian yang diraih Raisya,” ujar Bachtiar.

Menurut dia, prestasi tersebut diharapkan menjadi pemicu lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an lainnya dari Kecamatan Tanah Luas.

“Semoga nanti akan lahir Raisya-Raisya lain di Kecamatan Tanah Luas,” katanya.

Bachtiar juga menyampaikan rencana pemerintah kecamatan menggelar peusijuek untuk Raisya sebelum berangkat ke Banda Aceh guna melanjutkan pendidikan.

“Kami akan melakukan peusijuek di aula Kantor Kecamatan sebelum ananda Raisya berangkat ke Banda Aceh,” ujarnya.

Ketua LPTQ Kecamatan Tanah Luas, Drs.Tgk. H. Hamdani. A. Jalil, MA, mengatakan Raisya merupakan sosok yang patut diteladani karena ketekunan dan kemampuannya memanfaatkan waktu.

Hamdani mengaku telah mendampingi Raisya mengikuti berbagai perlombaan MTQ sejak masih kecil. Ia masih mengingat ketika Raisya pertama kali diminta mewakili Kecamatan Tanah Luas di tingkat kabupaten.

“Semasa masih kecil, dia sudah naik ke tingkat kabupaten mewakili kecamatan. Saat akan mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten, dia sempat tidak mau. Kami membujuknya dengan berbagai cara hingga akhirnya dia bersedia, tetapi dengan satu syarat, ibunya harus ikut mendampinginya,” kenang Hamdani.

Ia mengatakan keberhasilan Raisya juga menjadi kebahagiaan bagi keluarganya. Raisya, kata Hamdani, tumbuh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat yang dekat dengan pendidikan agama.

“Orang tua Raisya tentu sangat bersyukur dan berbahagia dengan sosok Raisya yang tekun, cerdas dan taat,” katanya.

Hamdani menuturkan, ayah Raisya yang telah almarhum merupakan seorang Guru sekaligus pimpinan balai pengajian di lingkungan tersebut. Raisya juga merupakan cucu dari ulama yang dikenal sebagai Abon Dolah, pimpinan dayah setempat.

Penulis : Zaman Huri