BANDUNG – Duta Santri Nasional 2025, Hayun Halimatul Ummah, menerima penghargaan dari Bupati Bandung, dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Sementara itu, Jihan Fanyra, peraih juara II dalam ajang yang sama asal Kabupaten Aceh Utara, mengaku tidak dilibatkan dalam peringatan Hari Santri di daerahnya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (28/10/2026), Hayun mengatakan dirinya terlibat dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Bandung, termasuk upacara dan pemberian apresiasi kepada santri berprestasi.
“Ikut serta upacara juga pemberian apresiasi santri berprestasi kabupaten bandung,” ujarnya.
Hayun juga membenarkan dirinya menjadi salah satu penerima penghargaan dari Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si dalam momentum tersebut.
“Alhamdulilah, sebagai salah satu yang menerima,” katanya.
Hayun merupakan perempuan asal Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Anak pertama dari dua bersaudara itu baru menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Program Studi Ilmu Hukum.
Saat ini, Hayun menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Muawanah, Bandung, Jawa Barat. Latar belakang pendidikan formal dan pesantren menjadi bagian dari perjalanannya dalam menjalankan peran sebagai Duta Santri Nasional.
Berbeda dengan Hayun, Jihan Fanyra, peraih juara II Duta Santri Nasional 2025 asal Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, mengaku tidak menerima undangan untuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan di daerahnya.
“Ia benar pak, Jihan tidak dapat undangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pelibatan santri berprestasi dalam peringatan Hari Santri di Kabupaten Aceh Utara. Terlebih, Jihan merupakan putri daerah yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara belum memberikan penjelasan mengenai alasan Jihan tidak dilibatkan pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Aceh Utara. Permintaan konfirmasi telah disampaikan sejak 22 Oktober 2026 melalui WhatsApp kepada Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, Yusri, S.Ag., M.AP. Namun, hingga Rabu (28/10/2026), pesan konfirmasi tersebut belum mendapat tanggapan.
Jihan merupakan alumni Pesantren Jeumala Amal, Lueng Putu, dan mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Pada ajang Pemilihan Duta Santri Nasional 2025, ia berhasil meraih posisi runner-up atau juara II, mendampingi Hayun yang keluar sebagai juara pertama kategori putri.
Sebelum meraih prestasi tersebut, Jihan juga pernah mengikuti program Santri Mendunia dengan mewakili Provinsi Aceh. Program itu membawanya mengunjungi tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Pemilihan Duta Santri Nasional 2025 diikuti ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data yang tercantum di situs resmi penyelenggara, sebanyak 5.995 santri mendaftarkan diri dalam kompetisi tersebut.
Proses seleksi berlangsung melalui sejumlah tahapan. Dari ribuan pendaftar, sebanyak 135 peserta berhasil melaju ke tahap wawancara sebelum akhirnya 60 peserta terpilih mengikuti kegiatan bootcamp yang dimulai pada Sabtu (6/9/2025).
Puncak Anugerah Duta Santri Nasional 2025 berlangsung pada Jumat (24/10/2025) pukul 08.00 WIB di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Donohudan, Jawa Tengah.
