ACEH UTARA – Musabaqah Al-Qur’an (MTQ) Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, berakhir dengan pesan kemanusiaan. Di tengah suasana penutupan, masyarakat bersama para donatur berhasil mengumpulkan lebih dari Rp29 juta untuk santunan anak yatim.
Santunan tersebut diserahkan dalam acara penutupan MTQ yang berlangsung pada Ahad, 4 Oktober 2026, dan ditutup oleh Keuchik Gampong Ulee Madon, Zulfikri Idris.
Tidak hanya uang, kepedulian masyarakat juga diwujudkan melalui 71 lembar kain sarung, beras serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Seluruh bantuan tersebut diperuntukkan bagi anak yatim warga Gampong Ulee Madon.
Pengumpulan santunan menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian dalam penutupan MTQ. Sebab, kegiatan yang sejak awal menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, pada akhirnya juga menjadi ruang untuk berbagi dengan sesama.
Semangat berkompetisi dalam MTQ berjalan beriringan dengan semangat kepedulian sosial.
“Nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama,” menjadi pesan yang terasa dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Setelah penyerahan santunan, panitia melanjutkan acara dengan pemberian penghargaan kepada para peserta. Juara 1, 2, 3 dan juara harapan memperoleh piagam atau sertifikat, piala serta uang pembinaan.
Panitia juga tidak melupakan peserta yang belum berhasil meraih juara. Mereka tetap mendapatkan piala dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keberanian mengikuti perlombaan.
Besaran uang pembinaan memang berbeda sesuai dengan pencapaian masing-masing peserta. Namun, pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap seluruh peserta yang telah ikut menyukseskan MTQ.
Dusun Tgk. Yahya Juara Umum
Dalam penentuan juara umum, perolehan juara pertama menjadi salah satu tolok ukur utama.
Dusun Tgk. Yahya tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi 11 juara 1. Posisi kedua ditempati Dusun Tgk. Irsyad dengan 10 juara 1.
Sementara Dusun Tgk. Baden dan Dusun Tgk. Di Panyang masing-masing memperoleh lima juara 1.
Dengan raihan tersebut, Dusun Tgk. Yahya berhak menyandang predikat juara umum MTQ Gampong Ulee Madon 2026.
MTQ yang berlangsung sejak 27 September hingga 4 Oktober itu diikuti 357 peserta, terdiri dari 182 putri dan 175 putra. Sebanyak 12 cabang perlombaan dipertandingkan dalam kegiatan tersebut.
Gotong Royong Sejak Persiapan
Kesuksesan pelaksanaan MTQ tidak terlepas dari kerja keras panitia. Sejak tahap persiapan hingga penutupan, panitia terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan, mulai dari menyiapkan lokasi, membersihkan lingkungan, menata tempat, menyediakan perlengkapan hingga menangani kebutuhan teknis selama perlombaan.
Pekerjaan tersebut dilakukan secara bersama-sama dan gotong royong.
Panitia MTQ diketuai Saiful Anwar, S.T., dengan Ahyar Arrayyan sebagai sekretaris dan Bhaidawi sebagai bendahara.
Bagi Ulee Madon, MTQ tahun ini meninggalkan lebih dari sekadar daftar juara. Di satu sisi, lahir generasi yang berani tampil dan berkompetisi dalam bidang Al-Qur’an. Di sisi lain, terkumpul kepedulian untuk anak-anak yatim.
Dari panggung perlombaan, masyarakat Ulee Madon menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an dapat hadir dalam bentuk yang lebih nyata: prestasi, persaudaraan, gotong royong dan kepedulian kepada sesama.
