
ACEH UTARA – Bukan hanya pertunjukan seni yang menyedot perhatian pengunjung Piasan Pase. Film pendek Sang Utara yang menampilkan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayahwa, juga berhasil membuat suasana arena pembukaan Harlah ke-800 Aceh Utara sejenak terfokus pada layar, Senin malam (7/9/2026).
Film yang diputar dalam rangkaian pembukaan Piasan Pase itu mengisahkan seorang anak bernama Munawir yang memiliki cita-cita menjadi Bupati Aceh Utara.
Ayahwa dalam film tersebut berperan sebagai ajudan Bupati Munawir. Salah satu adegan menjadi simbol kuat dalam cerita ketika Ayahwa melepas topi yang dikenakannya, kemudian memasangkannya kepada Munawir.
Adegan itu menggambarkan estafet harapan dan cita-cita generasi muda untuk masa depan Aceh Utara.
Cerita kemudian berlanjut ketika Ayahwa mendampingi Munawir menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Ia menyampaikan laporan mengenai berbagai program dan langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Dari kisah sederhana tersebut, Sang Utara membawa penonton melihat gambaran perjalanan pembangunan Aceh Utara sekaligus berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan cita-cita daerah.
Pesan utama yang disampaikan melalui film tersebut adalah semangat Aceh Utara Bangkit. Berbagai program yang telah dilaksanakan pemerintah hingga target pembangunan ke depan disampaikan melalui alur cerita, bukan sekadar paparan program.
Film itu juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi Aceh Utara setelah bencana besar melanda daerah tersebut pada akhir 2025. Pemulihan pascabencana digambarkan sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk kembali membangun daerah.
Perpaduan cerita, visual dan pesan pembangunan membuat Sang Utara mendapat sambutan antusias dari pengunjung. Tayangan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian di tengah kemeriahan pembukaan Piasan Pase.
Melalui Sang Utara, pesan tentang pembangunan dikemas dalam cerita yang lebih dekat dengan masyarakat: seorang anak dengan cita-cita, seorang pemimpin dengan tanggung jawab, serta sebuah daerah yang tengah berjuang bangkit.
Film itu sekaligus menjadi gambaran bahwa cita-cita Aceh Utara Bangkit tidak hanya berbicara tentang pembangunan hari ini, tetapi juga tentang harapan generasi yang akan melanjutkan masa depan daerah.
