News  

Dari Jeruk Nipis hingga Serai, Karya Siswa SMK Farmasi Citra Bangsa Dipamerkan di Piasan Pase

Pengunjung padati Stan SMK Farmasi Citra Bangsa, Selasa, (8/9/2026), (Foto/ Zaman Huri)

ACEH UTARA – Jeruk nipis, serai, kumis kucing, keji beling, hingga green tea diolah menjadi beragam produk di tangan siswa SMK Farmasi Citra Bangsa Panton Labu. Karya mereka kini dipajang di arena Piasan Pase dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-800 Aceh Utara.

Di stan sekolah itu, pengunjung dapat melihat puluhan produk yang lahir dari pembelajaran siswa. Bukan sekadar pajangan, produk tersebut memperlihatkan bagaimana bahan-bahan alami di sekitar mereka dipelajari, diolah, kemudian dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Guru penjaga stan, Hera, Selasa (8/9/2026), mengatakan setiap produk dikembangkan siswa dengan pendampingan guru dan merujuk pada jurnal serta hasil riset sebelumnya.

“Produk yang dihasilkan siswa atas dampingan guru berdasarkan jurnal dan hasil riset sebelumnya. Jadi aman untuk digunakan,” kata Hera.

Salah satu yang menarik perhatian adalah sabun cuci tangan berbahan ekstrak jeruk nipis. Ada pula olive oil berbahan minyak zaitun yang dapat dimanfaatkan sebagai minyak rambut dan minyak gosok, serta digunakan untuk membantu perawatan luka bakar.

Dari serai, siswa menghasilkan produk Fresh Care berbahan ekstrak minyak serai. Mereka juga membuat ramuan aromaterapi dari rempah-rempah alami yang digunakan untuk membantu relaksasi.

“Bahan-bahan yang digunakan tidak jauh dari bahan herbal dan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar,” ujar Hera.

Eksplorasi siswa tidak berhenti pada produk perawatan. Di stan tersebut juga terdapat bubuk kumis kucing, simplisia daun keji beling, serta Fresh Miss, produk perawatan kulit berbahan ekstrak green tea yang ditujukan untuk membantu menyegarkan dan melembutkan kulit wajah.

Berbagai produk konsumsi turut melengkapi pajangan, antara lain jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, minuman serai yang dipadukan dengan ramuan herbal, infus water, dan tapai. Kreativitas siswa juga dituangkan dalam berbagai aksesori.

Guru SMK Farmasi Citra Bangsa, Selasa, (8/9/2026), (Foto/ Zaman Huri)

Menurut Hera, proses menghasilkan produk menjadi bagian penting dari pengalaman belajar siswa. Mereka tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga belajar menerapkan pengetahuan tersebut melalui karya.

“Anak-anak tidak hanya belajar teori. Mereka juga belajar bagaimana membuat suatu produk, mengenal bahan yang digunakan, kemudian memperkenalkannya kepada masyarakat,” katanya.

Piasan Pase, bagi para siswa, akhirnya bukan sekadar ruang untuk memamerkan hasil karya. Arena itu menjadi tempat mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, menjelaskan produk yang dibuat, sekaligus menguji keberanian dan kreativitas.

Hera berharap pengalaman tersebut dapat mendorong siswa untuk terus mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.

“Kami berharap siswa semakin percaya diri untuk berkreasi. Apa yang mereka pelajari di sekolah bisa dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai guna,” tutupnya.

Penulis : Zaman Huri