News  

Raisya Annazira Tampil Meyakinkan di Final MTQN XXXI Semarang

SEMARANG – Kabar menggembirakan datang dari kafilah Provinsi Aceh pada babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Raisya Annazira, peserta asal Kabupaten Aceh Utara, tampil meyakinkan pada cabang Hafizh Al-Qur’an 30 Juz Golongan Putri, Jumat pagi, 18 September 2026.

Gadis asal Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, itu mampu menyelesaikan seluruh soal hafalan yang diberikan dewan hakim dengan lancar. Selama tampil di hadapan dewan hakim, Raisya tidak mengalami kendala berarti dan dapat menjawab seluruh soal yang diajukan.

“Insya Allah tadi lancar,” kata Raisya melalui sambungan telepon saat dihubungi, Jumat.

Raisya menjadi salah satu dari dua peserta asal Aceh Utara yang berhasil menembus babak final MTQN XXXI di Semarang. Selain dirinya, Aceh Utara juga mengirim Qaisal Ridha yang tampil pada cabang Khattil Qur’an Digital.

Bagi Raisya, panggung MTQN bukanlah pengalaman pertamanya di tingkat nasional. Perempuan berusia 20 tahun itu tercatat telah lima kali mengikuti ajang musabaqah tingkat nasional, terdiri atas dua kali Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan tiga kali MTQ.

“Ini cabang 30 juz. Sebelumnya cabang 10 dan 20 juz,” ujarnya.

Dalam keikutsertaannya pada ajang tingkat nasional sebelumnya, Raisya juga pernah meraih juara harapan dua dan juara harapan tiga. Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk kembali tampil dan bersaing pada cabang Hafizh Al-Qur’an 30 Juz Golongan Putri tahun ini.

Perjalanan Raisya dalam menghafal Al-Qur’an telah dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Pada masa itu, ia menghafal Al-Qur’an di rumah dengan bimbingan kedua orang tuanya.

“Kalau waktu SD menghafal dua juz di rumah,” katanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Raisya melanjutkan pendidikan di Pusat Pendidikan Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Aceh Utara yang merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an binaan pemerintah daerah dan berlokasi di Kompleks LPTQ Lhoksukon. Di lembaga tersebut, ia menempuh pendidikan selama enam tahun sekaligus memperkuat hafalan Al-Qur’annya.

Kecintaannya terhadap Al-Qur’an kemudian berlanjut ke pendidikan tinggi. Saat ini, Raisya tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh pada Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Ketertarikannya terhadap dunia musabaqah juga tumbuh sejak usia dini. Raisya pertama kali mengikuti MTQ ketika masih duduk di kelas tiga sekolah dasar pada tingkat kecamatan. Dari ajang tingkat kecamatan itulah perjalanan panjangnya dimulai hingga akhirnya berulang kali tampil membawa nama Aceh di panggung nasional.

Raisya merupakan anak keempat dari empat bersaudara, putri pasangan Razali dan Nur Azizah. Perjalanan panjangnya dalam menghafal Al-Qur’an, mengikuti berbagai kompetisi, hingga menembus babak final MTQN XXXI menjadi bagian dari proses yang telah ia jalani sejak usia sekolah dasar.

Setelah menyelesaikan penampilan di babak final, Raisya kini menunggu hasil penilaian dewan hakim. Pengumuman hasil cabang Hafizh Al-Qur’an 30 Juz Golongan Putri dijadwalkan disampaikan pada malam penutupan MTQN XXXI Tahun 2026 di Semarang.

Penulis : Zaman Huri