News  

Kadis Syariat Aceh Utara Salah Sebut Prestasi Amaliya di MTQN XXXI

Foto/ Ist

ACEH UTARA – Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, S.Sos., salah menyebut prestasi Amaliya Ash Shalihah, peserta asal Aceh Utara yang tergabung dalam kafilah Aceh pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI di Semarang.

Kekeliruan itu disampaikan Hadaini dalam video yang beredar. Saat memberikan apresiasi kepada enam peserta Aceh Utara, ia menyebut Amaliya meraih juara harapan 3 Tafsir Bahasa Arab.

“Raisya Annazira meraih juara pertama dalam cabang Hifzhil Qur’an 30 juz, Qaisal Ridha meraih juara 3 Khattil Qur’an Digital, Ahyar Arrayan meraih juara harapan satu Khattil Qur’an Kontemporer, dan Amaliya Ash Shalihah meraih harapan 3 Tafsir Bahasa Arab,” kata Hadaini dalam video tersebut.

Penyebutan itu berbeda dengan hasil yang disampaikan Amaliya kepada media ini. Peserta asal Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, tersebut meraih Terbaik 9 Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab Putri, bukan juara harapan 3.

Amaliya kembali menegaskan capaian tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (24/9/2026). Ia mengatakan sedang berada di Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya sudah di Yogyakarta, Pak,” tulis Amaliya.

Saat ditanya mengenai penyebutan dirinya sebagai peraih juara harapan 3, Amaliya menduga terjadi kekeliruan.

“Mungkin ada kekeliruan,” jawabnya.

Ia kemudian menegaskan kembali hasil yang diraihnya.

“Harapan 3 salah, terbaik 9 ya,” katanya.

Koreksi tersebut penting karena capaian setiap peserta menjadi bagian dari rekam prestasi kafilah Aceh pada MTQN XXXI, terlebih Pemkab Aceh Utara sebelumnya merencanakan pemberian anugerah kepada peserta berprestasi.

Penulis : Zaman Huri