News  

Ketua MPU Aceh Utara Peusijuek Raisya, Juara 1 Hifzh 30 Juz MTQN XXXI

Ketua MPU Aceh Utara, Abu Manan, melakukan peusijuek Raisya Annazira, Kamis, (24/9/2026), (Foto/ Ist)

ACEH UTARA – Linangan air mata kebahagiaan mengiringi prosesi peusijuek Raisya Annazira, anak yatim asal Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, yang meraih juara 1 Hifzh Al-Qur’an 30 juz pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI di Semarang, Jawa Tengah.

Peusijuek dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Abu Manan, di Aula Kantor Camat Tanah Luas, Kamis (24/9/2026). Hadir Camat Tanah Luas Bakhtiar, SE, unsur Forkopimcam, para mukim, Ketua LPTQ Kecamatan Tanah Luas Drs. Tgk. H. Hamdani A. Jalil, MA, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu.

Suasana haru terasa sepanjang prosesi. Raisya yang telah membawa nama Aceh Utara hingga panggung nasional, hari itu menerima doa dan penghormatan dari masyarakat di daerah asalnya.

Camat Tanah Luas, Bakhtiar, mengatakan keberhasilan Raisya menjadi kebanggaan sekaligus wujud syukur masyarakat. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk meraih keberhasilan.

“Ini merupakan rasa syukur kita kepada Allah. Aneuk geutanyoe, sidroe aneuk yatim, bisa membawa nama Aceh Utara, bisa membawa nama kampung, bisa membawa nama kecamatan, bahkan bisa membawa nama Aceh,” kata Bakhtiar.

Ia menilai ketekunan Raisya dalam menghafal Al-Qur’an patut menjadi contoh bagi generasi muda.

“Inilah ketekunan seorang anak yatim yang patut dicontoh dan menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa ketekunan akan membuahkan hasil,” ujarnya.

Bakhtiar juga menyampaikan Pemkab Aceh Utara telah menyiapkan penyambutan Raisya di tingkat kabupaten.

“Dalam waktu dekat ini Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati serta seluruh unsur Forkopimda akan menyambut ananda,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kecamatan Tanah Luas, Drs. Tgk. H. Hamdani A. Jalil, MA, menekankan bahwa keberhasilan Raisya merupakan hasil pembinaan yang berlangsung bertahap dan berkesinambungan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat hasil dari perjuangan Raisya. Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga akhirnya mampu menjadi juara 1 nasional,” ujar Hamdani.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi pemantik bagi lingkungan pendidikan Al-Qur’an untuk terus melahirkan generasi berprestasi.

Hamdani juga mengapresiasi rencana Pemkab Aceh Utara memberikan penghargaan kepada Raisya.

“Kami dari LPTQ Kecamatan Tanah Luas menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Bupati Aceh Utara atas perhatian dan rencana penghargaan kepada Raisya. Ini tentu menjadi bentuk penghormatan terhadap prestasi anak daerah sekaligus motivasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Ketua MPU Aceh Utara, Abu Manan, memberi tausiah pada acara Peusijuek Raisya Annazira, Kamis, (24/9/2026), (Foto/ Ist)

Dalam kesempatan itu, Ketua MPU Aceh Utara, Abu Manan, menyampaikan pesan tentang keutamaan para penghafal Al-Qur’an. Ia mengutip keterangan dalam kitab mengenai kemuliaan orang yang menjaga hafalan Al-Qur’an.

“Salah sidroe yang han jipajoeh le Tanoh adalah ureung hafidz Quran. Mudah-mudahan lam sagoe nyan droe neuh nyan beujeut keu imum geutanyoe, bek jipajoeh le kafan, karena beliau nyan sidroe hafidz. Nyoe adalah salah saboh kelebihan Al-Quran, maka pantas kali tasamboet beu leubeh,” kata Abu Manan.

Pesan tersebut menjadi harapan agar keberadaan Raisya sebagai hafizah tidak berhenti pada prestasi di arena MTQ, tetapi memberi manfaat bagi masyarakat.

Abu Manan juga mengajak masyarakat memberikan penghargaan yang layak atas prestasi tersebut.

“Kesimpulannya, geutanyoe sambut dengan penghargaan yang melebihi, menurut kemampuan,” ujarnya.

Peusijuek itu menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panjang Raisya sekaligus doa agar ia istiqamah menjaga hafalan Al-Qur’an dan melanjutkan langkahnya.

Penulis : Zaman Huri